| |
Kebab yang dimaksud disini aslinya disebut
Shawarma, merupakan makanan khas yang berasal
dari Timur Tengah, berupa Arabic flat bread yang
didalamnya diisi oleh sayuran, seperti letuce,
tomat, paprika, kyuri, lalu disiramkan mayonaise,
dan saus sambal bila perlu, ditambah dengan
irisan daging sapi panggang yang dibumbui, dapat
dilengkapi dengan lembaran keju.
Saat ini kebab menjadi makanan cepat siap saji
yang makin digemari oleh segala usia tidak hanya
di Indonesia melainkan di seluruh dunia, karena
selain halal, keunikan dari cara membuatnya,
juga rasa yang nikmat dan bergizi apalagi
ditambah dengan harga yang cukup terjangkau.
Bisnis ini bukan hanya sekedar trend masa kini,
tetapi juga mempunyai peluang bagus untuk masa
depan.
Bahkan di beberapa negara Eropa bisnis ini
berkembang pesat, hampir disetiap sudut kota di
Jerman terdapat Kebab Haus, padahal makanan ini
berasal dari wilayah Timur Tengah. Hal ini
membuktikan bahwa makanan yang berstandar
Internasional memiliki standar mutu yang baik
dari rasa dan penampilannya, sehingga eksistensi
bisnis dapat dipertahankan ke depannya. Peluang
usaha ini masih terbuka luas, dengan modal yang
kecil, perputaran uang yang cepat dan minim
resiko.
Waroeng Kebab hadir sejak akhir tahun 2007 dan
merupakan pilihan tepat investasi hemat bagi
pelaku usaha kebab, dengan desain booth yang
menarik dan menu yang beragam. Saat ini Waroeng
Kebab terdapat di Jakarta, Tangerang, Bekasi,
Bandung, Batam, Pekanbaru, Banjar dan segera
menyusul kota-kota lain di seluruh Indonesia.
Merk Dagang Waroeng Kebab pun sedang dalam
pengurusan di Dirjen HAKI. Kami menarik minat
anda untuk bergabung bersama waralaba Waroeng
Kebab. |
|
|
Investasi |
|
|
Premium Booth |
Rp 25.000.000,- |
|
|
|
|
Penerimaan |
|
|
Penjualan rata-rata / hari |
Rp 275.000,- |
|
Penjualan rata-rata / bulan (30 hari) |
Rp 8.250.000,- |
|
|
|
|
Pengeluaran |
|
|
Bahan
baku
dan pendukung (55%) |
Rp 4.537.500,- |
|
Gaji karyawan dan operasional (10%) |
Rp 825.000,- |
|
Sewa tempat (6%) |
Rp 495.000,- |
|
Penyusutan (2%) |
Rp 165.000,- |
|
|
|
|
Net profit / bulan (27%) |
Rp 2.227.500,- |
|
|
|
|
Break Even Point (BEP) |
12 bulan |
Asumsi berdasarkan penjualan 32 Kebab / hari dengan harga 7 - 10 ribu
|